Pelaku utama Penodongan Sopir truk dibekuk Reskrim Polsek Babat Supat Resort Muba.Kapolsek: Dua orang menjadi DPO.

Humas Polres Muba – Satu dari tiga pelaku Penodongan yang menyasar terhadap Sopir Truk Batubara di dekat simpang village 7 desa Tanjung kerang Kec. Babat Supat, Selasa (28/07/2020) Pagi akhirnya dapat dibekuk Polsek Babat Supat.

Hal itu dikatakan Kapolsek Babat Supat IPTU INDRA WENI ASAHI, SH mewakili Kapolres Musi Banyuasin AKBP YUDHI SURYA MARKUS PINEM, S.ik, Sabtu (01/08/2020).

Menurutnya, Aksi para pelaku dalam menjalankan aksinya dengan memanfaatkan Mobil yang berhenti di pinggir jalan yang sedang rusak, lalu ditodong dan dirampas uang Sopir.

Satu Pelaku yang merupakan Otak Nodong yang berhasil di gelandang petugas yakni, RASID (31) warga dusun 7 Pillage 14 Ds. Babat Banyuasin Kec.Batsu Kab.Muba.

Indra mengatakan, para pelaku senin 27 Juli 2020 Sekira Pukul 21.00 wib telah melakukan tindakan pidana pencurian dengan kekerasan (curas), terhadap Korban Sopir truk batu bara bernama M. RIZAL PAJAR (23) warga serasan jaya kel.serasan jaya kec.sekayu kab.muba.sambil mengancam korban, “kukapak Kau”, kemudian ke 3 (tiga) pelaku tersebut mengambil uang milik Korban sebesar Rp.130.000.,-(seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah).

“Saat itu korban berhenti karena ada kendala pada kendaraannya, lalu pelaku yang tertangkap mendatangi korban yang disusul kedua rekannya yang DPO dan langsung menodongkan Parang dan merampas uang milik korban” Beber indra pada humas.

Kemudian, lanjut kapolsek, karena tidak terima telah menjadi korban kejahatan, akhirnya melaporkan peristiwa perampokan tersebut ke pihak kepolisian.

“Setelah polisi melakukan olah TKP, petugas mendapati ciri-ciri dan identitas pelaku,” imbuhnya.

Berkat informasi dari warga polisi berhasil mengendus keberadaan satu pelaku, tak ingin buruanya lolos begitu saja Kapolsek memerintahkan kanit reskrim nya Iptu Darwin Sihombing dan anggota merengsek kerumah pelaku.

Dari pelaku petugas berhasil menyita satu bilah parang dengan panjang 50cm gagang kayu warna cokelat yang digunakan untuk menodongkan korban.

Pelakudi jerat Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke-2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (aajm/hms).

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan